1. KONSEP DASAR QUEUE TREE
Tampilan topologi di gns3
Pengertian Queue Tree
Dari sumber MikroTik Documentation (2023), Queue Tree adalah metode manajemen bandwidth lanjutan di RouterOS yang memungkinkan pengguna membuat struktur queue bertingkat (hierarkis) untuk mengelola trafik jaringan. Queue Tree berfungsi sebagai sarana untuk membatasi, memprioritaskan, dan mengoptimalkan trafik berdasarkan penanda paket (packet marks) yang sebelumnya telah ditandai melalui fasilitas firewall mangle.
Dari sumber mikrotikusers.com (2024), Queue Tree merupakan solusi terbaik untuk implementasi QoS (Quality of Service) yang lebih canggih, seperti kebijakan prioritisasi global dan pembatasan grup pengguna. Berbeda dengan Simple Queue, Queue Tree hanya bersifat satu arah (one-directional) dan memerlukan paket yang sudah ditandai melalui mangle untuk dapat bekerja dengan efektif.
Queue Tree bekerja berdasarkan metode Hierarchical Token Bucket (HTB) yang memungkinkan pembuatan struktur antrian hierarkis dan menentukan hubungan antar antrian. Sistem ini dapat diterapkan pada dua tempat berbeda dalam diagram aliran paket (Packet Flow), yaitu pada chain input dan postrouting.
Perbedaan Queue Tree dengan Simple Queue
Dari sumber MikroTik Wiki (2024), Queue Tree memiliki perbedaan signifikan dengan Simple Queue dalam beberapa aspek berikut:
1. Arah Trafik:
2. Urutan Pemrosesan:
3. Persyaratan:
4. Fleksibilitas:
Kelebihan Queue Tree
Dari sumber MiRO (2020), Queue Tree menawarkan beberapa kelebihan utama yang menjadikannya pilihan ideal untuk manajemen bandwidth lanjutan:
- Prioritisasi trafik: Memungkinkan pemberian prioritas berbeda untuk jenis trafik tertentu (misalnya VoIP > browsing > download).
- Double QoS: Memungkinkan untuk menandai dan membentuk trafik dua kali dalam router yang sama.
- Struktur hierarkis: Mendukung struktur parent-child untuk manajemen bandwidth yang lebih terorganisir.
- Pembagian bandwidth yang lebih granular: Dapat membagi bandwidth berdasarkan jenis layanan atau aplikasi.
- Integrasi dengan PCQ (Per Connection Queue): Memungkinkan distribusi bandwidth yang adil di antara banyak pengguna secara otomatis.
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Queue Tree adalah metode manajemen bandwidth lanjutan di MikroTik yang berbasis HTB (Hierarchical Token Bucket), memungkinkan pembuatan struktur antrian hierarkis untuk kontrol trafik yang lebih terperinci. Berbeda dengan Simple Queue, Queue Tree bersifat satu arah, tidak berurutan dalam pemrosesan, dan memerlukan packet marking, namun menawarkan fleksibilitas dan kemampuan prioritisasi yang lebih baik untuk implementasi QoS yang kompleks.
2. IMPLEMENTASI MANGLE UNTUK QUEUE TREE
Tampilan topologi di gns3
sebelum
sesudah.
sebelum
Ilustrasi konsep Simple Queue dalam manajemen bandwidth MikroTik.
sebelum
sesudah.
Peran Mangle dalam Queue Tree
Dari sumber help.mikrotik.com (2024), Mangle merupakan fasilitas yang memungkinkan penandaan paket IP dengan tanda khusus (mark) yang kemudian digunakan oleh Queue Tree untuk mengidentifikasi jenis trafik. Sebelum dapat menggunakan Queue Tree, perlu dilakukan konfigurasi firewall mangle untuk menandai paket-paket yang akan dikelola.
Dari sumber miro.co.za (2020), fasilitas mangle tidak hanya digunakan untuk menandai paket, tetapi juga dapat memodifikasi beberapa bidang dalam header IP seperti TOS (DSCP) dan TTL. Penandaan ini sangat penting dalam implementasi QoS karena menjadi dasar bagi Queue Tree untuk mengenali dan memprioritaskan trafik tertentu.
Trafik perlu ditandai sebelum memasuki Simple Queue (sebelum global-in HTB queue). Hal ini berarti konfigurasi mangle harus dilakukan dengan mempertimbangkan urutan aliran paket dalam router.
Konfigurasi Mangle untuk Prioritas Trafik
Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi mangle untuk menandai berbagai jenis trafik berdasarkan prioritasnya menggunakan Winbox:
Menandai Trafik ICMP (ping) - prioritas tertinggi:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
3. Pilih tab "Mangle"
4. Klik tombol "+" (add) untuk menambahkan aturan mangle baru
5. Pada tab "General", atur:
- Chain: forward
- Protocol: icmp
6. Pada tab "Action", atur:
- Action: mark-connection
- New Connection Mark: ICMP_conn
- Centang Passthrough
7. Pada tab "Advanced", masukkan "ICMP Connection" di kolom Comment
8. Klik "OK" untuk menyimpan aturan
9. Klik tombol "+" lagi untuk membuat aturan kedua
10. Pada tab "General", atur:
- Chain: forward
- Connection Mark: ICMP_conn
11. Pada tab "Action", atur:
- Action: mark-packet
- New Packet Mark: ICMP_packet
- Jangan centang Passthrough
12. Pada tab "Advanced", masukkan "ICMP Packet" di kolom Comment
13. Klik "OK" untuk menyimpan aturan
Menandai Trafik HTTPS - prioritas kedua:
1. Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan mangle baru
2. Pada tab "General", atur:
- Chain: forward
- Protocol: tcp
3. Pada tab "Advanced", atur:
- Dst. Port: 443
4. Pada tab "Action", atur:
- Action: mark-connection
- New Connection Mark: HTTPS_conn
- Centang Passthrough
5. Tambahkan comment "HTTPS Connection"
6. Klik "OK" untuk menyimpan aturan
7. Buat aturan kedua untuk packet-mark HTTPS
8. Atur connection-mark: HTTPS_conn
9. Action: mark-packet, New Packet Mark: HTTPS_packet
10. Jangan centang Passthrough
11. Tambahkan comment "HTTPS Packet"
12. Klik "OK" untuk menyimpan
Menandai Trafik HTTP - prioritas ketiga:
1. Ulangi langkah yang sama seperti untuk HTTPS
2. Untuk connection mark, gunakan: HTTP_conn
3. Untuk packet mark, gunakan: HTTP_packet
4. Dst. Port: 80 (bukan 443)
5. Tambahkan comment yang sesuai
Menandai Trafik Lainnya - prioritas terendah:
1. Tambahkan aturan mark-connection baru
2. Chain: forward, tanpa protokol spesifik
3. New Connection Mark: Other_conn
4. Centang Passthrough
5. Tambahkan comment "Other Connection"
6. Tambahkan aturan kedua untuk mark packet
7. Connection Mark: Other_conn
8. New Packet Mark: Other_packet
9. Jangan centang Passthrough
10. Tambahkan comment "Other Packet"
Memisahkan Trafik Upload dan Download
Dari sumber help.ispbills.com (2020), untuk mengimplementasikan Queue Tree dengan pemisahan trafik upload dan download, gunakan Winbox untuk konfigurasi mangle berdasarkan interface:
Menandai Paket Download dan Upload:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
3. Pilih tab "Mangle"
4. Tambahkan aturan untuk download:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: prerouting
- In. Interface: ether1-WAN (pilih interface WAN Anda)
- Action: mark-packet
- New Packet Mark: download
- Centang Passthrough
- Comment: "Download Traffic"
- Klik "OK"
5. Tambahkan aturan untuk upload:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: prerouting
- In. Interface: ether2-LAN (pilih interface LAN Anda)
- Action: mark-packet
- New Packet Mark: upload
- Centang Passthrough
- Comment: "Upload Traffic"
- Klik "OK"
Dari sumber aacable.wordpress.com (2020), jika kita ingin memprioritaskan trafik CDN (Content Delivery Network) seperti streaming video, dapat dilakukan penandaan khusus dengan Winbox:
Menandai Trafik CDN:
1. Tambahkan daftar alamat IP untuk CDN:
- Klik menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Address Lists"
- Klik tombol "+" untuk menambahkan daftar baru
- Address: 58.27.130.0/24
- List: cdn_list
- Klik "OK"
2. Tambahkan aturan mangle untuk trafik dari CDN:
- Kembali ke tab "Mangle"
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: forward
- Src. Address List: cdn_list
- Action: mark-connection
- New Connection Mark: CDN_conn
- Centang Passthrough
- Klik "OK"
3. Tambahkan aturan mangle untuk trafik ke CDN:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: forward
- Dst. Address List: cdn_list
- Action: mark-connection
- New Connection Mark: CDN_conn
- Centang Passthrough
- Klik "OK"
4. Tambahkan aturan untuk menandai packet CDN:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: forward
- Connection Mark: CDN_conn
- Action: mark-packet
- New Packet Mark: CDN_packet
- Jangan centang Passthrough
- Klik "OK"
Pastikan untuk memahami alur paket dalam router MikroTik ketika menggunakan mangle. Kesalahan dalam penempatan aturan mangle dapat menyebabkan packet mark tidak bekerja dengan benar atau bahkan tidak diproses sama sekali oleh Queue Tree.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa mangle adalah komponen penting yang tidak terpisahkan dari implementasi Queue Tree. Penandaan paket (packet marking) melalui firewall mangle menjadi dasar bagi Queue Tree untuk melakukan identifikasi dan kategorisasi trafik, yang memungkinkan prioritisasi dan manajemen bandwidth yang lebih efektif. Penandaan dapat dilakukan berdasarkan jenis protokol, port, alamat sumber/tujuan, atau interface, tergantung pada kebutuhan pengelolaan jaringan.
3. KONFIGURASI QUEUE TREE
Struktur Dasar Queue Tree
Dari sumber help.mikrotik.com (2024), Queue Tree menciptakan antrian satu arah dalam salah satu HTB (Hierarchical Token Bucket) dan merupakan satu-satunya cara untuk menambahkan antrian pada interface terpisah. Struktur Queue Tree bersifat hierarkis dengan komponen-komponen berikut:
• Parent: Antrian induk yang dapat berupa interface atau antrian lain
• Child: Antrian anak yang terletak di bawah parent
• Priority: Nilai prioritas (1-8), dimana 1 adalah prioritas tertinggi
• Packet-mark: Penanda paket yang berasal dari konfigurasi mangle
• Queue type: Jenis antrian yang digunakan (default, pcq, etc.)
• Limit-at: Bandwidth minimum yang dijamin (CIR - Committed Information Rate)
• Max-limit: Bandwidth maksimum yang dapat digunakan (MIR - Maximum Information Rate)
Dari sumber MikroTik Wiki (2024), parameter penting dalam pengaturan Queue Tree adalah "priority" yang memungkinkan untuk memprioritaskan satu antrian anak (child queue) di atas antrian anak lainnya. Prioritas hanya bekerja pada child queue, bukan pada parent queue. Nilai prioritas 1 adalah yang tertinggi, sedangkan 8 adalah yang terendah.
Membuat Queue Type PCQ
Dari sumber help.mikrotik.com (2024), PCQ (Per Connection Queue) adalah jenis antrian khusus yang digunakan untuk mendistribusikan bandwidth secara otomatis di antara banyak klien atau aliran. Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi Queue Type PCQ menggunakan Winbox:
Membuat Queue Type PCQ untuk download dan upload:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "Queue" di panel kiri
3. Pilih tab "Queue Types"
4. Klik tombol "+" untuk menambahkan tipe antrian baru
5. Pada jendela "New Queue Type", atur untuk download:
- Name: PCQ_Download
- Kind: pcq
- PCQ Rate: 512000 (512 kbps)
- PCQ Classifier: dst-address
- PCQ Limit: 50
6. Klik "OK" untuk menyimpan
7. Klik tombol "+" lagi untuk menambahkan tipe antrian kedua
8. Pada jendela "New Queue Type", atur untuk upload:
- Name: PCQ_Upload
- Kind: pcq
- PCQ Rate: 256000 (256 kbps)
- PCQ Classifier: src-address
- PCQ Limit: 50
9. Klik "OK" untuk menyimpan
Parameter utama dalam konfigurasi PCQ:
- pcq-rate: Batas kecepatan maksimum untuk setiap sub-stream (0 = pembagian merata)
- pcq-classifier: Pengenal sub-stream (dst-address untuk download, src-address untuk upload)
- pcq-limit: Ukuran antrian untuk setiap sub-stream (dalam KiB)
- pcq-total-limit: Jumlah maksimum data dalam antrian untuk semua sub-stream
Implementasi Queue Tree Dasar
Dari sumber kinetik.umm.ac.id (2018), implementasi Queue Tree memerlukan pendekatan yang terstruktur untuk mengalokasikan bandwidth secara optimal. Berikut adalah langkah-langkah untuk konfigurasi dasar Queue Tree dengan Winbox:
Membuat Parent Queue untuk download dan upload:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "Queue" di panel kiri
3. Pilih tab "Queue Tree"
4. Tambahkan parent queue untuk download:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: DOWNLOAD
- Parent: pilih ether1-WAN dari dropdown (interface WAN Anda)
- Max Limit: 10M
- Comment: Parent Download
- Klik "OK"
5. Tambahkan parent queue untuk upload:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: UPLOAD
- Parent: pilih ether2-LAN dari dropdown (interface LAN Anda)
- Max Limit: 5M
- Comment: Parent Upload
- Klik "OK"
Membuat Child Queue untuk trafik download berdasarkan prioritas:
1. Tambahkan child queue untuk ICMP:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: ICMP_DOWN
- Parent: pilih DOWNLOAD dari dropdown
- Packet Mark: pilih ICMP_packet dari dropdown
- Priority: 1 (prioritas tertinggi)
- Queue Type: default
- Max Limit: 10M
- Limit At: 1M
- Klik "OK"
2. Tambahkan child queue untuk HTTPS:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: HTTPS_DOWN
- Parent: pilih DOWNLOAD dari dropdown
- Packet Mark: pilih HTTPS_packet dari dropdown
- Priority: 2
- Queue Type: default
- Max Limit: 8M
- Limit At: 2M
- Klik "OK"
3. Tambahkan child queue untuk HTTP:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: HTTP_DOWN
- Parent: pilih DOWNLOAD dari dropdown
- Packet Mark: pilih HTTP_packet dari dropdown
- Priority: 3
- Queue Type: default
- Max Limit: 6M
- Limit At: 1M
- Klik "OK"
4. Tambahkan child queue untuk trafik lainnya:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: OTHER_DOWN
- Parent: pilih DOWNLOAD dari dropdown
- Packet Mark: pilih Other_packet dari dropdown
- Priority: 4
- Queue Type: default
- Max Limit: 4M
- Limit At: 512k
- Klik "OK"
Dari sumber mikrotikusers.com (2024), penting untuk memperhatikan bahwa nilai limit-at total pada child queue tidak boleh melebihi max-limit dari parent queue. Selain itu, max-limit dari setiap child queue harus lebih kecil dari max-limit parent queue. Hal ini untuk memastikan trafik dapat dibagi dengan benar antara berbagai jenis layanan.
Implementasi Queue Tree dengan PCQ
Berikut adalah langkah-langkah implementasi Queue Tree dengan PCQ menggunakan Winbox untuk manajemen bandwidth yang lebih adil di antara banyak pengguna:
Menerapkan Queue PCQ untuk distribusi bandwidth yang adil:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "Queue" di panel kiri
3. Pilih tab "Queue Tree"
4. Tambahkan antrian untuk download dengan PCQ:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: ALL_DOWNLOAD
- Parent: pilih ether1-WAN dari dropdown (interface WAN Anda)
- Packet Mark: pilih download dari dropdown
- Queue Type: pilih PCQ_Download dari dropdown
- Comment: PCQ Download Queue
- Klik "OK"
5. Tambahkan antrian untuk upload dengan PCQ:
- Klik tombol "+" untuk menambahkan antrian baru
- Name: ALL_UPLOAD
- Parent: pilih ether2-LAN dari dropdown (interface LAN Anda)
- Packet Mark: pilih upload dari dropdown
- Queue Type: pilih PCQ_Upload dari dropdown
- Comment: PCQ Upload Queue
- Klik "OK"
Konfigurasi Queue Tree yang terlalu kompleks atau tidak direncanakan dengan baik dapat menyebabkan masalah performa atau bandwidth yang tidak terdistribusi dengan baik. Selalu uji dan monitor hasil konfigurasi Anda untuk memastikan bahwa semua trafik mendapatkan alokasi yang sesuai.
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi Queue Tree yang efektif memerlukan pemahaman tentang struktur hierarkis dan parameter-parameter penting seperti parent, priority, limit-at, dan max-limit. PCQ menawarkan solusi yang efisien untuk mendistribusikan bandwidth secara adil di antara banyak pengguna dengan meminimalkan konfigurasi. Implementasi Queue Tree harus selalu mempertimbangkan prinsip bahwa total bandwidth yang dijamin pada child queue tidak boleh melebihi kapasitas maksimum parent queue.
4. PEMANTAUAN DAN TROUBLESHOOTING QUEUE TREE
Memantau Kinerja Queue Tree
Dari sumber MikroTik Troubleshooting Guide (2024), pemantauan kinerja Queue Tree sangat penting untuk memastikan bahwa konfigurasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memantau kinerja Queue Tree dengan Winbox:
Melihat statistik Queue Tree di Winbox:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "Queue" di panel kiri
3. Pilih tab "Queue Tree"
4. Perhatikan kolom-kolom berikut untuk informasi statistik:
- Rate: Menampilkan penggunaan bandwidth saat ini
- Packet Rate: Menampilkan jumlah paket per detik
- Bytes: Total data yang telah diproses
- Packets: Total paket yang telah diproses
- Dropped: Jumlah paket yang dibuang karena melebihi batas
5. Untuk melihat informasi lebih detail, klik dua kali pada antrian tertentu
Pada tab "Status", Anda dapat melihat statistik real-time dan histori penggunaan
6. Untuk mendapatkan tampilan grafis dari penggunaan antrian:
- Klik kanan pada antrian yang ingin dipantau
- Pilih "Graphs" dari menu konteks
- Grafik akan menampilkan penggunaan bandwidth secara visual
Menggunakan Tool Torch di Winbox:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "Tools" di panel kiri
3. Pilih "Torch" dari menu dropdown
4. Pada jendela Torch, konfigurasikan parameter berikut:
- Interface: Pilih interface yang ingin dipantau (mis. ether1-WAN)
- Src. Address: Masukkan alamat sumber (opsional, 0.0.0.0/0 untuk semua)
- Dst. Address: Masukkan alamat tujuan (opsional, 0.0.0.0/0 untuk semua)
- Protocol: Pilih any untuk memantau semua protokol
- Port: any-any untuk memantau semua port
- Duration: 10 (detik)
5. Klik "Start" untuk memulai pemantauan
Torch akan menampilkan trafik real-time dalam format grafis dan tabel
Dari sumber tech.layer-x.com (2025), pemantauan dan pemecahan masalah yang efektif memerlukan pemahaman tentang perintah diagnostik MikroTik yang kuat. Selain melihat statistik Queue Tree, kita juga dapat menggunakan fitur grafik untuk memantau penggunaan bandwidth secara visual:
Mengaktifkan pencacahan (counters) untuk Queue Tree:
1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
2. Klik menu "System" di panel kiri
3. Pilih "Logging" dari menu dropdown
4. Pada tab "Actions", klik tombol "+" untuk menambahkan aksi baru
5. Pilih "queue" untuk topik
6. Pilih tingkat log "info"
7. Pilih target "memory" atau "disk" untuk menyimpan log
8. Klik "OK" untuk menyimpan
9. Untuk melihat statistik firewall mangle:
- Klik menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Mangle"
- Perhatikan kolom "Packets" dan "Bytes" untuk masing-masing aturan
- Nilai ini menunjukkan jumlah paket dan data yang telah diproses oleh aturan
Troubleshooting Umum Queue Tree
Dari sumber MikroTik Wiki (2024), beberapa masalah umum yang mungkin terjadi dalam konfigurasi Queue Tree dan solusinya menggunakan Winbox:
1. Masalah: Queue Tree tidak bekerja atau tidak ada trafik yang terlihat
Solusi: Periksa apakah paket telah ditandai dengan benar
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Mangle"
- Perhatikan kolom "Packets" dan "Bytes" untuk aturan mangle yang Anda buat
- Jika nilainya 0 atau sangat kecil, kemungkinan aturan mangle tidak menangkap trafik
- Periksa kembali kondisi aturan mangle (protokol, port, alamat IP, dll.)
2. Masalah: Paket ditandai tetapi Queue Tree tidak memproses
Solusi: Periksa apakah packet-mark di Queue Tree cocok dengan yang dibuat di mangle
- Buka menu "Queue" → "Queue Tree" di panel kiri
- Klik dua kali pada antrian yang bermasalah
- Pastikan Packet Mark yang dipilih sama persis dengan yang dibuat di mangle
- Perhatikan bahwa nama packet mark bersifat case-sensitive
3. Masalah: Prioritas tidak berfungsi dengan benar
Solusi:
- Pastikan parent queue memiliki bandwidth yang cukup
(periksa nilai max-limit pada parent)
- Pastikan prioritas hanya dikonfigurasi pada child queue, bukan parent
- Verifikasi bahwa total limit-at dari semua child queue tidak melebihi
max-limit dari parent queue
4. Masalah: Fasttrack mengabaikan Queue Tree
Solusi: Nonaktifkan fasttrack untuk trafik yang ingin diatur
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Filter Rules"
- Cari aturan dengan action "fasttrack-connection"
- Klik dua kali pada aturan tersebut dan nonaktifkan dengan mencentang "Disabled"
- Atau tambahkan aturan baru yang mengecualikan trafik tertentu dari fasttrack
Untuk mengatasi masalah FastTrack yang mengabaikan Queue Tree dengan Winbox:
Nonaktifkan FastTrack untuk trafik tertentu:
1. Tambahkan aturan mangle untuk menandai koneksi:
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Mangle"
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: prerouting
- In. Interface: ether1-WAN (interface WAN Anda)
- Action: mark-connection
- New Connection Mark: no-fasttrack
- Centang Passthrough
- Klik tombol "Apply" kemudian "OK"
2. Tambahkan aturan firewall untuk mengabaikan fasttrack:
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Filter Rules"
- Klik tombol "+" untuk menambahkan aturan baru
- Chain: forward
- Connection Mark: no-fasttrack
- Action: accept
- Pada tab "Advanced", pilih "Fasttrack" dan pilih "No" dari dropdown
- Comment: Disable fasttrack for QoS
- Klik "Apply" kemudian "OK"
Queue Tree bekerja paling baik ketika semua parameter dan konfigurasi telah direncanakan dengan cermat. Gunakan alat diagnostik seperti Torch, tracer paket, dan statistik untuk memantau kinerja dan mengidentifikasi masalah. Jika perlu, reset dan bangun kembali konfigurasi Queue Tree Anda dengan pendekatan sistematis.
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pemantauan dan troubleshooting Queue Tree memerlukan penggunaan perintah diagnostik yang tepat, seperti melihat statistik antrian, memantau penandaan paket, dan menggunakan Torch untuk analisis real-time. Masalah umum seperti penandaan paket yang tidak benar, ketidakcocokan nama packet-mark, konfigurasi prioritas yang salah, atau interferensi dari fitur FastTrack dapat diatasi dengan memeriksa dan menyesuaikan konfigurasi terkait secara sistematis.
5. STUDI KASUS QUEUE TREE
Prioritisasi Trafik untuk VoIP dan Gaming
Dari sumber forum.mikrotik.com (2016), dalam lingkungan di mana VoIP dan gaming penting, prioritisasi trafik dapat diimplementasikan dengan Queue Tree untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi untuk prioritisasi VoIP dan gaming menggunakan Winbox:
Konfigurasi Mangle dan Queue Tree untuk VoIP dan Gaming:
1. Konfigurasi mangle untuk trafik VoIP:
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Mangle"
- Tambahkan aturan untuk menandai SIP:
• Chain: forward
• Protocol: udp
• Dst. Port: 5060,5061
• Action: mark-connection
• New Connection Mark: VoIP_conn
• Centang Passthrough
- Tambahkan aturan untuk menandai RTP:
• Chain: forward
• Protocol: udp
• Dst. Port: 10000-20000
• Action: mark-connection
• New Connection Mark: VoIP_conn
• Centang Passthrough
- Tambahkan aturan untuk menandai paket VoIP:
• Chain: forward
• Connection Mark: VoIP_conn
• Action: mark-packet
• New Packet Mark: VoIP_packet
• Jangan centang Passthrough
2. Konfigurasi mangle untuk trafik gaming (contoh Xbox):
- Tambahkan aturan untuk menandai koneksi gaming:
• Chain: forward
• Protocol: udp
• Dst. Port: 3074,3075
• Action: mark-connection
• New Connection Mark: Gaming_conn
• Centang Passthrough
- Tambahkan aturan untuk menandai paket gaming:
• Chain: forward
• Connection Mark: Gaming_conn
• Action: mark-packet
• New Packet Mark: Gaming_packet
• Jangan centang Passthrough
3. Konfigurasi Queue Tree untuk prioritisasi:
- Buka menu "Queue" di panel kiri
- Pilih tab "Queue Tree"
- Tambahkan parent queue untuk download:
• Name: TOTAL_DOWNLOAD
• Parent: ether1-WAN (interface WAN Anda)
• Max Limit: 20M
• Klik "OK"
- Tambahkan parent queue untuk upload:
• Name: TOTAL_UPLOAD
• Parent: ether2-LAN (interface LAN Anda)
• Max Limit: 10M
• Klik "OK"
4. Tambahkan child queue untuk VoIP download:
- Name: VoIP_DOWN
- Parent: TOTAL_DOWNLOAD
- Packet Mark: VoIP_packet
- Priority: 1
- Max Limit: 5M
- Limit At: 1M
- Klik "OK"
5. Tambahkan child queue untuk Gaming download:
- Name: Gaming_DOWN
- Parent: TOTAL_DOWNLOAD
- Packet Mark: Gaming_packet
- Priority: 2
- Max Limit: 10M
- Limit At: 2M
- Klik "OK"
6. Tambahkan child queue untuk VoIP upload:
- Name: VoIP_UP
- Parent: TOTAL_UPLOAD
- Packet Mark: VoIP_packet
- Priority: 1
- Max Limit: 5M
- Limit At: 1M
- Klik "OK"
7. Tambahkan child queue untuk Gaming upload:
- Name: Gaming_UP
- Parent: TOTAL_UPLOAD
- Packet Mark: Gaming_packet
- Priority: 2
- Max Limit: 8M
- Limit At: 1M
- Klik "OK"
Distribusi Bandwidth Adil dengan PCQ
Dari sumber wargeeks.org (2016), distribusi bandwidth yang adil di antara banyak pengguna dapat dicapai dengan menggunakan PCQ di Queue Tree. Berikut adalah langkah-langkah implementasi untuk hotspot atau jaringan dengan banyak pengguna menggunakan Winbox:
Konfigurasi PCQ untuk Hotspot dengan Winbox:
1. Membuat Queue Type PCQ dengan burst:
- Buka menu "Queue" di panel kiri
- Pilih tab "Queue Types"
- Klik tombol "+" untuk menambahkan tipe baru
- Untuk download, atur:
• Name: PCQ_Down
• Kind: pcq
• PCQ Rate: 2M (2 Mbps)
• PCQ Classifier: dst-address
• Pada tab "Burst", atur:
- Burst Rate: 4M
- Burst Threshold: 1M
- Burst Time: 10s
• Klik "OK"
- Untuk upload, atur:
• Name: PCQ_Up
• Kind: pcq
• PCQ Rate: 1M (1 Mbps)
• PCQ Classifier: src-address
• Pada tab "Burst", atur:
- Burst Rate: 2M
- Burst Threshold: 512k
- Burst Time: 10s
• Klik "OK"
2. Menandai paket hotspot:
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Mangle"
- Untuk upload:
• Chain: forward
• Src. Address: 192.168.100.0/24 (subnet hotspot Anda)
• Action: mark-packet
• New Packet Mark: hotspot_upload
• Centang Passthrough
• Klik "OK"
- Untuk download:
• Chain: forward
• Dst. Address: 192.168.100.0/24 (subnet hotspot Anda)
• Action: mark-packet
• New Packet Mark: hotspot_download
• Centang Passthrough
• Klik "OK"
3. Mengimplementasikan Queue Tree dengan PCQ:
- Buka menu "Queue" di panel kiri
- Pilih tab "Queue Tree"
- Untuk download:
• Name: Hotspot_Download
• Parent: ether1-WAN (interface WAN Anda)
• Packet Mark: hotspot_download
• Queue Type: PCQ_Down
• Max Limit: 50M
• Klik "OK"
- Untuk upload:
• Name: Hotspot_Upload
• Parent: ether2-LAN (interface LAN Anda)
• Packet Mark: hotspot_upload
• Queue Type: PCQ_Up
• Max Limit: 25M
• Klik "OK"
Prioritisasi Berdasarkan Jenis Konten
Dari sumber aacable.wordpress.com (2020), kita dapat membuat implementasi Queue Tree yang memprioritaskan trafik streaming atau CDN agar tidak terganggu oleh aktivitas unduhan besar seperti dari Internet Download Manager (IDM). Berikut langkah-langkah implementasi menggunakan Winbox:
Prioritisasi Trafik Berdasarkan Jenis Konten:
1. Menambahkan daftar alamat untuk CDN:
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Address Lists"
- Klik tombol "+" untuk menambahkan entri baru
- Address: 172.16.99.0/24
- List: 1mb
- Klik "OK"
- Tambahkan entri lainnya:
- Address: 58.27.130.0/24
- List: cdn_list
- Klik "OK"
2. Menandai berbagai jenis trafik:
- Buka menu "IP" → "Firewall" di panel kiri
- Pilih tab "Mangle"
- Untuk ICMP:
• Chain: forward
• Protocol: icmp
• Action: mark-connection
• New Connection Mark: ICMP_Conn
• Centang Passthrough
• Klik "OK"
• Tambahkan aturan kedua:
• Chain: forward
• Connection Mark: ICMP_Conn
• Action: mark-packet
• New Packet Mark: ICMP_Pkts
• Jangan centang Passthrough
• Klik "OK"
- Untuk CDN:
• Chain: forward
• Dst. Address List: cdn_list
• Action: mark-connection
• New Connection Mark: CDN_Conn
• Centang Passthrough
• Klik "OK"
• Tambahkan aturan kedua:
• Chain: forward
• Connection Mark: CDN_Conn
• Action: mark-packet
• New Packet Mark: CDN_Pkts
• Jangan centang Passthrough
• Klik "OK"
3. Implementasi Queue Tree dengan prioritas:
- Buka menu "Queue" di panel kiri
- Pilih tab "Queue Tree"
- Tambahkan parent queue:
• Name: User_1MB
• Parent: ether1-WAN (interface WAN Anda)
• Max Limit: 1M
• Klik "OK"
- Tambahkan child queue untuk ICMP:
• Name: ICMP_Priority
• Parent: User_1MB
• Packet Mark: ICMP_Pkts
• Priority: 1
• Limit At: 128k
• Max Limit: 1M
• Klik "OK"
- Tambahkan child queue untuk CDN:
• Name: CDN_Priority
• Parent: User_1MB
• Packet Mark: CDN_Pkts
• Priority: 2
• Limit At: 512k
• Max Limit: 1M
• Klik "OK"
- Tambahkan child queue untuk trafik lainnya:
• Name: Other_Traffic
• Parent: User_1MB
• Packet Mark: !CDN_Pkts,!ICMP_Pkts (semua kecuali kedua mark tersebut)
• Priority: 8
• Limit At: 64k
• Max Limit: 384k
• Klik "OK"
Kesimpulan: Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Queue Tree dapat diimplementasikan untuk berbagai kasus penggunaan seperti prioritisasi trafik VoIP dan gaming, distribusi bandwidth yang adil menggunakan PCQ, dan prioritisasi berdasarkan jenis konten. Kunci keberhasilan implementasi ini terletak pada penandaan paket yang tepat menggunakan firewall mangle dan pengaturan prioritas serta batasan bandwidth yang sesuai dengan kebutuhan jaringan. Dengan kombinasi yang tepat, Queue Tree dapat secara efektif mengoptimalkan pengalaman pengguna bahkan pada koneksi dengan bandwidth terbatas.